Berita Kampung

Jejak Pengabdian KKN UM Papua dalam Sinergi Hijau Bersama Polres Keerom dan Warga Asyaman

Asyaman - Momentum pengabdian masyarakat di Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, diisi dengan langkah nyata pelestarian lingkungan pada hari Jumat (06/11/2026). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Papua (UMP) berkesempatan mengambil peran secara langsung dalam kegiatan gotong royong penanaman pohon yang dipusatkan di lahan Kebun PKK Kampung Asyaman.

Kegiatan penghijauan ini menjadi ruang kolaborasi lapangan yang sangat berharga. Mahasiswa KKN dapat berbaur dan bekerja sama langsung dengan aparat Kampung Asyaman serta jajaran Polres Keerom. Turut hadirnya Bapak Kapolres Keerom beserta jajaran Pejabat Utama (PJU), Bhabinkamtibmas, Kepala Kampung, hingga Masyarakat setempat, memberikan suntikan semangat tersendiri bagi kelancaran program KKN di desa ini. Sinergi lintas sektor tersebut membuktikan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama.

Di lokasi lahan terbuka, suasana kebersamaan sangat terasa saat seluruh elemen saling bahu-membahu. Semua pihak turun tangan membersihkan lahan, mengolah tanah, hingga menanam berbagai bibit pohon secara bergotong royong. Pemilihan Kebun PKK sebagai lokasi penanaman dinilai sebagai langkah yang sangat strategis. Ke depannya, bibit-bibit yang telah ditanam ini dapat dirawat secara berkelanjutan oleh para kader PKK dan warga setempat. Harapannya, tanaman tersebut tidak sekadar menjadi peneduh dan menjaga kualitas oksigen, melainkan juga mampu memberikan hasil produktif yang mendukung ketahanan pangan keluarga di Kampung Asyaman.

Bagi kelompok mahasiswa KKN UMP, keterlibatan dalam aksi nyata ini memberikan pengalaman sekaligus nilai edukasi yang mendalam. Teori tentang kepedulian lingkungan dan tanggung jawab sosial yang dipelajari di bangku perkuliahan dapat diimplementasikan secara langsung di tengah masyarakat. Momen ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara unsur kepolisian, pemerintah kampung, masyarakat desa, dan kalangan akademisi.

Semangat gotong royong yang tercipta dari kegiatan ini diharapkan dapat terus hidup dan menjadi budaya yang berkelanjutan. Sebuah langkah sederhana dari wilayah perbatasan Kabupaten Keerom ini diyakini akan meninggalkan jejak ekologis yang positif, sekaligus menjadi kenangan pengabdian yang berharga bagi perjalanan mahasiswa KKN di masa mendatang.

 

Penulis: Masni Kaitam 

Beri Komentar

CAPTCHA Image