Berita Kampung

Waspada ASF (Demam Babi Afrika): Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya di Papua

DINAS PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN PROVINSI PAPUA mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para peternak, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika. Penyakit ini merupakan infeksi virus parah yang menyerang ternak babi dari semua umur dan ras.
Meskipun penyakit ASF tidak menular ke manusia (bukan zoonosis), virus ini memiliki tingkat penularan yang sangat cepat dengan kematian mencapai 100% pada babi yang terinfeksi. Hingga saat ini, belum ada obat maupun vaksin yang efektif untuk menyembuhkannya. Terlebih lagi, virus ASF sangat tahan lama di dalam daging beku, dingin, mentah, serta produk olahan setengah matang, pengasapan, atau pengasinan.
Untuk melindungi peternak dan industri peternakan lokal, berikut adalah panduan penting mengenai gejala klinis serta langkah pencegahan yang harus diambil.
Gejala Klinis ASF pada Babi
Peternak diminta untuk mengenali tanda-tanda fisik dan perubahan perilaku berikut pada ternak babi mereka:
  • Demam tinggi pada ternak.
  • Pendarahan kulit dan organ dalam.
  • Perubahan warna kulit menjadi keunguan, terutama pada area telinga, perut, dan kaki.
  • Muntah kadang-kadang disertai muntah darah.
  • Diare yang terkadang juga berdarah.
  • Radang sendi yang membuat babi sulit bergerak.
  • Perilaku abnormal, seperti babi yang terinfeksi cenderung tidur berkelompok demi mencari kehangatan.
  • Keluar eksudat atau ingus kental dari hidung.
Langkah Pencegahan dan Pengendalian
Karena belum ada obatnya, pencegahan melalui biosekuriti ketat adalah satu-satunya cara melindungi ternak:
  • Larangan Memasukkan Ternak dan Olahan Daging: Dilarang keras memasukkan ternak babi, daging, maupun produk olahannya dari daerah yang telah tertular ASF. Masyarakat juga diimbau tidak membawa oleh-oleh berupa daging babi dari wilayah zona merah.
  • Desinfeksi Kandang secara Rutin: Lakukan penyemprotan dan pembersihan kandang babi secara berkala menggunakan cairan desinfektan yang tepat.
  • Batasi Pergerakan Orang: Batasi akses orang luar atau pengunjung asing yang ingin masuk ke area dalam kandang guna menghindari kontaminasi silang.
  • Masak Pakan Sisa hingga Mendidih: Apabila peternak memanfaatkan pakan dari sisa makanan (swill feeding), pastikan makanan tersebut dimasak kembali sampai mendidih sebelum diberikan ke ternak.
  • Laporkan Segera: Jika melihat adanya gejala klinis atau terjadi kematian mendadak pada ternak babi, segera laporkan ke petugas peternakan atau instansi terkait untuk penanganan cepat.
Pace, Mace, Kaka, Kom Semua! Penyakit ini sangat berbahaya bagi ternak. Mari bersama-sama menjaga kebersihan kandang dan melindungi peternakan babi di Papua!

 

Beri Komentar